rujakangkung

iklan

(Mari Berkebun/Tambulampot) Jeruk Nagami.



(Mari Berkebun/Tambulampot)  Jeruk Nagami

( Mari Berkebun/Tambulampot) Jeruk Nagami.
Halo sobat blogger semua, kita jumpa lagi yaa...

Kali ini saya akan coba menulis tentang jeruk nagami, jeruk yang unik, dan tentunya juga sangat bermanfaat, karena itu saya ingin share ke kalian semua.

Jeruk nagami ini memiliki bentuk yang lonjong atau oval, dan tidak terlalu besar juga ya, kira-kira sekepal anak kecil besarnya. Memiliki warna orange yang cukup tajam, sehingga sangat bagus juga saat sedang berbuah, dan bisa juga dijadikan tanaman hias.




(Mari Berkebun/Tambulampot)  Jeruk Nagami



Namun jangan salah yaa sobat blogger, jika jeruk nagami ini rasanya manis, dan yang perlu kalian ketahui, jika jeruk nagami juga bisa dimakan bersama kulitnya, mantap bukan?

Jeruk nagami memang jenis tanaman buah yang cocok juga dijadikan tanaman hias, memiliki tinggi sekitar 2,5 sampai 4,5 centimeter, jadi memang paling bagus kalau ditanam dengan sistem tambulampot, atau di pot.

Buat kalian yang berminat untuk merawat atau menanamnya, tentu sangat mudah sekali, karena jeruk nagami tidak memerlukan perawatan yang khusus yaa, jadi mudah tumbuh dan berubahnya juga tidak mengenal musim.

Bunga jeruk nagami memiliki warna putih, kecil - kecil dan berbau harum, saat mulai berbunga yang akan menjadi bakal buah, biasanya akan banyak sekali bunganya, dan jika sudah mulai menjadi buah, maka satu pohon bisa terdapat 20 sampai 50 buah.



(Mari Berkebun/Tambulampot)  Jeruk Nagami



Nah sobat blogger semua, selain memiliki buah yang lebat dan manis, ternyata jeruk nagami juga mempunyai banyak khasiat loh! Kalian wajib tahu yaa, lalu apa saja sih manfaat dari buah tersebut?

Memiliki kandungan vitamin c yang tinggi, sehingga jeruk nagami bisa dijadikan untuk meredakan batuk, flu, dan sakit atau radang pada tenggorokan.

Memiliki fungsi antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.

Bisa menjadi obat untuk demam.

Karena memiliki vitamin c yang tinggi, jeruk nagami juga dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh, sehingga tubuh tidak mudah sakit.

Rutin mengkonsumsi jeruk nagami bisa menjadi solusi untuk mengatasi kram, menjaga saraf agar sehat, dan menu diet yang bagus juga.

Bisa untuk obat diare.



Bagaimana sobat semua, apa kalian tertarik untuk menanam jeruk nagami?

Mari kita menanam, selain banyak manfaat yang didapat, menanam tanaman di rumah juga sangat bagus untuk penghijauan, agar halaman rumah kita tidak terlihat gersang, dan tentunya buah yang kita tanam pun akan memberikan kita manfaat bukan?

Mari kita menanam sobat.



24/12/2018

(Cerpen-Singkat) Ibu Perempuan Hebat.

(Cerpen-Singkat) Ibu Perempuan Hebat.


(Cerita Pendek- Singkat) #kisah_inspirasi

Judul: Ibu Perempuan Hebat.


Ada sebuah keluarga, sebut saja mereka itu keluarga kolangkaling, keluarga yang nampak bahagia sekali. Keluarga kolangkaling adalah sepasang suami istri dengan kelima anak-anaknya.


Mereka hidup bahagia sekali, apalagi dengan lima anak yang lucu - lucu, dan kebetulan jarak usia anak-anaknya juga tidak terpaut jauh, jadi bisa kita bayangkan betapa penuh canda tawanya keluarga tersebut.


Anak-anak dari keluarga kolangkaling pun kian hari kian tumbuh, mereka menjalani kehidupan selayaknya keluarga lainnya, anak-anak mereka pun semua masuk sekolah. Hingga anak yang paling kecil juga sudah masuk sekolah dasar, kelas satu.


Seiring sejalan, orangtua keluarga kolangkaling merasakan beban hidup, sebab kebutuhan kian meningkat saja, belum dengan beban menyekolahkan kelima anak-anaknya. Suaminya hanya pegawai rendahan di salah satu perusahaan swasta yang ada di kota tempat mereka tinggal, dan Ibu mereka akhirnya ikut turun mencari tambahan uang belanja, dengan jalan berjualan gorengan.


Hidup memang tak segampang yang terlihat, sebab hidup memang membutuhkan apa itu yang dinamakan perjuangan. Begitu juga dengan keluarga kolangkaling, mereka butuh kerja keras, untuk menghidupi kelima anak-anaknya, sedangkan uang pemasukan yang diterima sang suami tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan.

"Apa yang harus kita lakukan, Mas? Meskipun aku sudah coba untuk menjual gorengan, namun masih saja tetap tidak mampu untuk menutupi kebutuhan."

"Entahlah, Dik. Mas juga masih terus berpikir keras, untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk keluarga kita."


Hari terus berlalu, sementara kehidupan juga terus berjalan. Dalam keterbatasan, keluarga kolangkaling tetap menjalani kehidupan dengan sabar dan tawakal, sebab, meskipun mereka serba kekurangan, namun untuk urusan ibadah, keluarga kolangkaling sangat ta'at.

"Bu, ada pekerjaan rumah yang harus dibawa buat besok ke sekolah."

Ibu tersenyum melihat anaknya yang paling kecil dan kebetulan masih sekolah di sekolah dasar.

"Apa itu, Nak?"

"Aku disuruh bawa tanaman dalam pot plastik, Bu."

"Memang kita punya potnya, Nak?"

"Tidak harus pakai pot kok, Bu. Malah disuruh pakai barang bekas, supaya kita juga bisa memanfaatkan barang bekas, terutama limbah plastik, Bu."

"Ya sudah, kalau begitu kamu cari botol bekas air mineral saja, Nak."

Adi, anak bungsu dari keluarga kolangkaling itu segera bergegas untuk mencari botol plastik bekas air mineral di sekitar rumah.

Tidak beberapa lama kemudian ia kembali, dengan membawa sekitar empat botol plastik. Wajahnya berbinar, kemudian ia lari ke dapur untuk mengambil pisau.

"Nah, potnya sudah siap! Sekarang tinggal cari tanamannya, Bu."

Adi kembali bergegas untuk mencari tanaman yang akan ia taruh di dalam pot yang sudah ia siapkan.

Akhirnya tugas Adi selesai juga. Ia tampak bahagia, karena tugasnya sudah diselesaikan dengan cepat dan mudah. Ibu terdiam, diperhatikannya tugas anak bungsunya tersebut dengan mata yang tidak berkedip.

"Ada apa, Bu? Kok melihatnya seperti itu?"

"Ah, sekarang Ibu tahu, Nak. Apa yang harus Ibu lakukan untuk menghadapi kesulitan keluarga kita."

Adi hanya terdiam, mungkin saja karena masih kecil, jadi maklum jika Adi tidak mengerti atau juga tidak begitu tertarik dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Ibunya.

"Nak, maukah kamu membantu Ibu?"

"Membantu apa, Bu?"

"Kita bertani di rumah kita!"

"Maksud, Ibu?"

"Ibu menjadi punya ide, setelah melihat tugas kamu, Nak. Kita menanam sayuran di halaman rumah kita."

"Tapi kan di depan tidak terlalu lebar halamannya, Bu."

"Makannya, Ibu sekarang menjadi tahu, setelah melihat tugas sekolahmu. Kita menanam dengan cara tersebut."

"Oh iya ya, Bu. Adi mau kok kalau harus mencari botol bekas air mineral sepulang sekolah!"

"Iya, kita lakukan mulai besok, Nak."

Hari - hari pun berlalu, dan sejak saat itu Ibu keluarga kolangkaling pun menjadi memiliki kegiatan baru, setelah selesai berjualan gorengan, yaitu dengan bercocok tanam di sekitar rumah, bahkan seluruh keluarga juga ikut serta.

Setiap hari ada saja barang - barang bekas yang dibawa anggota keluarganya, barang bekas yang bisa dijadikan tempat atau wadah pengganti pot. Dari botol bekas air mineral, ember cat, ember bekas, dan lain sebagainya. Bahkan tetangga yang simpati juga ikut menyumbang barang bekas, untuk pengganti pot tanaman.

Minggu berganti, bulan pun berganti. Rumah keluarga kolangkaling tampak begitu hijau, banyak sekali jenis sayuran yang ditanam seadanya, namun pertumbuhannya ternyata sangat bagus, padahal mereka hanya mengandalkan pupuk dari kotoran hewan, yang kebetulan juga dapat dikasih dari para tetangga yang kebetulan memelihara unggas.


Sejak saat itu, keluarga kolangkaling tidak lagi kesulitan pangan, karena mereka sudah menanam banyak varian sayuran di sekitar rumah, dan tidak hanya itu, keluarga kolangkaling akhirnya bisa berbagi dengan para tetangga yang membutuhkan sayuran, dan ada juga yang sengaja datang untuk membeli sayuran, meskipun niat dari keluarga kolangkaling menanam adalah untuk mengatasi darurat pangan di keluarganya, namun ternyata kebun sederhananya juga ternyata menghasilkan uang.

Keluarga itu akhirnya menjadi panutan bagi banyak keluarga di sekitar kampungnya, banyak yang berlomba-lomba menghijaukan rumahnya dengan menanam berbagai sayuran seperti halnya keluarga kolangkaling.


NB: ini hanya cerita fiktif belaka, dan jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat, ini benar-benar tidak disengaja.

Pic. Free-photos/pixbay.com

22/12 /2018

RUJAK TEPLAK KULINER TEGAL ASLI

Namanya rujak teplak Memiliki bahan-bahan yang jelas banyak sekali mengandung unsur serat dan tentunya juga menyehatkan, karena tidak ...